5 Perubahan Tren Wisata di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru
loading...
A
A
A
PANDEMI Covid-19 telah mengubah kebiasaan hidup masyakarat di semua sektor. Masyakarat diharuskan melakukan adaptasi kebiasaan baru (New Normal) untuk bertahan. Baik pekerjaan, sekolah, bergaul, hingga berwisata . Di sektor pariwisata, ada perubahan tren saat pandemi. (Baca juga: Menimbang 10 Fasilitas Hotel Paling Dicari saat Traveling)
1. Wisata ramai-ramai menjadi individual
Di masa pandemi, sangat jarang agen travel yang menawarkan paket wisata rombongan, kecuali untuk keluarga atau komunitas, di mana setiap anggotanya saling mengenal satu sama lain. Wisatawan, kini cenderung memilih jalan-jalan sendiri, berdua, atau dalam kelompok kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi penularan dan penyebaran Covid-19. (Baca juga: Cantiknya Pantai Van Semujur, Rekomendasi Rekreasi Akhir Pekan Keluarga)
2. Wisata alam jadi tujuan
Wisatawan sekarang lebih memilih destinasiwisata alam untuk menyegarkan pikiran dan menghilangkan kepenatan setelah selama beberapa bulan di rumah saja. Mereka juga memilih destinasi wisata alam untuk menghirup udara segar dan meningkatkan imunitas tubuh. (Baca juga: 5 Wisata Alam Pelepas Penat kalau Kamu ke Sumedang)
3. Pedoman kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan
Wisatawan harus lebih memperhatikan pedoman kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan atau Clean, Healty, Safety, Environment CHSE) di destinasi wisata. Sebelum tiba di objek wisata tertentu, mereka tentu ingin memastikan seberapa siap dan patuhnya pengelola akan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
4. Wisatawan domestik
Dinas pariwisata kabupaten/kota dan pelaku usaha pariwisata menyasar wisatawan lokal atau regional di masa new normal wabah corona. Sebagian daerah juga belum mengizinkan mancanegara untuk datang. Bahkan wisatawan domestik yang berasal dari zona merah Covid-19 juga harus memenuhi berbagai persyaratan untuk memastikan dia dalam kondisi sehat. (Baca juga: Saat New Normal, Pariwisata Fokus Jaring Wisatawan Domestik)
5. Pembukaan destinasi wisata bertahap
Desatinasi wisata di sejumlah daerah mulai dibuka secara bertahap sesuai dengan kesiapan pengelolanya dalam menerapkan protokol kesehatan. Kategori wisatawan yang disasar juga secara perlahan mulai meluas. Mulai dari wisatawan lokal yang satu area, kemudian wisatawan lokal antar-daerah, dan wisatawan domestik antar-provinsi. (Baca juga: Jawa Timur Sudah Kembali Membuka Destinasi Wisata)
Destinasi Wisata Favorit Wisatawan Saat Pandemi
Menurut survei agen perjalanan wisata Booking.com, ada sekitar 76% wisatawan Indonesia yang ingin tetap melakukan kegiatan wisata domestik selama masa-masa ketidakpastian pandemi korona ini. Lalu destinasi mana saja yang paling menjadi incaran?
1. Bali
2. Jakarta
3. Yogyakarta
4. Bandung
5. Surabaya
Sumber: Booking.com, survei GoLocal Domestic Travel Agoda
1. Wisata ramai-ramai menjadi individual
Di masa pandemi, sangat jarang agen travel yang menawarkan paket wisata rombongan, kecuali untuk keluarga atau komunitas, di mana setiap anggotanya saling mengenal satu sama lain. Wisatawan, kini cenderung memilih jalan-jalan sendiri, berdua, atau dalam kelompok kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi penularan dan penyebaran Covid-19. (Baca juga: Cantiknya Pantai Van Semujur, Rekomendasi Rekreasi Akhir Pekan Keluarga)
2. Wisata alam jadi tujuan
Wisatawan sekarang lebih memilih destinasiwisata alam untuk menyegarkan pikiran dan menghilangkan kepenatan setelah selama beberapa bulan di rumah saja. Mereka juga memilih destinasi wisata alam untuk menghirup udara segar dan meningkatkan imunitas tubuh. (Baca juga: 5 Wisata Alam Pelepas Penat kalau Kamu ke Sumedang)
3. Pedoman kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan
Wisatawan harus lebih memperhatikan pedoman kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan atau Clean, Healty, Safety, Environment CHSE) di destinasi wisata. Sebelum tiba di objek wisata tertentu, mereka tentu ingin memastikan seberapa siap dan patuhnya pengelola akan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
4. Wisatawan domestik
Dinas pariwisata kabupaten/kota dan pelaku usaha pariwisata menyasar wisatawan lokal atau regional di masa new normal wabah corona. Sebagian daerah juga belum mengizinkan mancanegara untuk datang. Bahkan wisatawan domestik yang berasal dari zona merah Covid-19 juga harus memenuhi berbagai persyaratan untuk memastikan dia dalam kondisi sehat. (Baca juga: Saat New Normal, Pariwisata Fokus Jaring Wisatawan Domestik)
5. Pembukaan destinasi wisata bertahap
Desatinasi wisata di sejumlah daerah mulai dibuka secara bertahap sesuai dengan kesiapan pengelolanya dalam menerapkan protokol kesehatan. Kategori wisatawan yang disasar juga secara perlahan mulai meluas. Mulai dari wisatawan lokal yang satu area, kemudian wisatawan lokal antar-daerah, dan wisatawan domestik antar-provinsi. (Baca juga: Jawa Timur Sudah Kembali Membuka Destinasi Wisata)
Destinasi Wisata Favorit Wisatawan Saat Pandemi
Menurut survei agen perjalanan wisata Booking.com, ada sekitar 76% wisatawan Indonesia yang ingin tetap melakukan kegiatan wisata domestik selama masa-masa ketidakpastian pandemi korona ini. Lalu destinasi mana saja yang paling menjadi incaran?
1. Bali
2. Jakarta
3. Yogyakarta
4. Bandung
5. Surabaya
Sumber: Booking.com, survei GoLocal Domestic Travel Agoda
(poe)